Sabtu, 20 Desember 2008

Perkembangan Web


WEB 1.0


Secara umum dikembangkan untuk pengaksesan informasi dan memiliki sifat yang sedikit interaktif. Web 1.0 memiliki ciri-ciri umum yang mencolok yaitu consult, surf dan search. Jadi pengguna hanya bisa browsing data dan searching data saja. Aplikasi ini menggambarkan hubungan yang searah, statis, dan saling berdiri sendiri antara pemilik/penerbit situs dengan pembacanya dengan fokus adalah “saya” sebagai pemilik situs dan situs itu sendiri. Bisa dikatakan bahwa aplikasi ini merupakan web statis. Aplikasi ini kurang begitu diminati sekarang ini, karena kurangnya umpan balik dari pengguna.


No.

Dasar

Web 1.0

1.

Perilaku pengguna

Membaca

2.

Pelaku utama

Perusahaan

3.

Hubungan dengan server

Client-server

4.

Bahasa pemrograman penampil konten

HTML

5.

Pola hubungan penerbit-pengguna

Searah

6.

Pengelolaan konten

Taksonomi/direktori

7.

Penayangan berbagai kanal informasi

Portal

8.

Hubungan antar pengakses

Tidak ada

9.

Sumber konten

Penerbit/pemilik situs


WEB 2.0

Menurut Tim O’Reilly, Web 2.0 dapat didefinisikan sebagai berikut:

Web 2.0 adalah revolusi bisnis di industri komputer yang disebabkan oleh penggunaan internet sebagai platform, dan merupakan suatu percobaan untuk memahami berbagai aturan untuk mencapai keberhasilan pada platform baru tersebut. Salah satu aturan terutama adalah: Membangun aplikasi yang mengeksploitasi efek jaringan untuk mendapatkan lebih banyak lagi pengguna aplikasi tersebut


No.

Dasar

Web 2.0

1.

Perilaku pengguna

Menulis

2.

Pelaku utama

Pengguna/Komunitas

3.

Hubungan dengan server

Peer to peer

4.

Bahasa pemrograman penampil konten

XML

5.

Pola hubungan penerbit-pengguna

Dua arah/ Interaktif

6.

Pengelolaan konten

Folksonomi/penanda/tag

7.

Penayangan berbagai kanal informasi

RSS/Sindikasi

8.

Hubungan antar pengakses

Berjejaring

9.

Sumber konten

Pengguna

Pada aplikasi ini web sebagai platform. Data merupakan pengendali utama pada aplikasi ini.untuk efek jaringan diciptkan oleh arsitektur partisipasi. Para pengguna bisa bertukar informasi dan sharing pengetahuan ke pengguna lainnya. Inovasi dalam perakitan sistem serta situs disusun dengan menyatukan fitur dari pengembang yang terdistribusi dan independen (semacam model pengembangan "open source "). Aplikasi ini adalah hasil dari siklus peluncuran (release cycle) perangkat lunak. Banyak keuntungan dari aplikasi ini karena dapat digunakan dan diadopsi oleh user. Teknologi yang dipakai adalah AJAX (Asynchronous JavaScript and XMLHTTP).

Teknik yang dipakai adalah cascade style to untuk bahan isi dan presentasi. Pada aplikasi ini menggunakan metode Falksonomi (metoda penandaan content dimana dengan konsep ini dimunculkan kata-kata yang berkaitan dengan content tersebut). Teknik Aplikasi Internet adalah HTML dan XHTML (eXtensible HyperText Markup Language). Weblog-publishing tools. Jenis interaksi yang dapat dilakukan pada era kedua ini antara lain untuk saling bertukar informasi (sharing), eksploitasi informasi, dan juga pembuatan komunitas-komunitas online seperti yang marak saat ini, seperti Friendster, Multiply, YouTube, Wiki atau forum software, dan lain-lain. Aplikasi ini merupakan web dinamis, karena di dalam aplikasi ini bisa terjadi hubungan 2 arah.

Perbedaan yang mencolok pada Web 1.0 dan Web 2.0 adalah keterbatasan pada Web 1.0 yang mengharuskan pengguna internet untuk datang ke dalam website tersebut dan melihat satu persatu konten di dalamnya.

Sedangkan Web 2.0 memungkinkan pengguna internet dapat melihat konten suatu website tanpa harus berkunjung ke alamat situs yang bersangkutan. Kemampuan web 2.0 dalam melakukan aktivitas drag and drop, auto complete, chat, voice dapat dilakukan layaknya aplikasi desktop. Contoh Web 2.0 terlihat pada gambar di samping.



WEB 3.0


Jika pada telekomunikasi sudah mulai terdengar isu era 4G, begitu juga yang terjadi pada dunia website yang juga memunculkan isu akan segera hadirnya era baru yaitu Web 3.0. Teknologi web generasi ketiga ini merupakan perkembangan lebih maju dari Web 2.0 dimana disini web seolah-olah sudah seperti kehidupan di alam nyata. Web 3.0 memiliki ciri-ciri umum seperti suggest, happen dan provide. Pada aplikasi ini pengguna bisa menganggapnya sebagai asisten pribadi. Web dapat mengerti apa saja keperluan kita, meberi saran atau nasehat kepada pengguna. Pengguna bisa melakukan banyak kegiatan seperti di dunia nyata seperti berbincang-bincang dengan avatar yang bisa kita buat sendiri, bisa melakukan jual beli barang secara online, bisa berjalan-jalan, pergi ke mall. Web 3.0 adalah dunia virtual kita.


Aplikasi web ini dapat diandaikan sebuah website sebagai sebuah intelektualitas buatan (Artificial Intelegence). Aspek yang diutamakan adalah aspek interaksi. Bagaimana sebuah web dapat memberikan sebuah interaksi sesuai dengan kebutuhan informasi setiap pemakaianya, merupakan sebuah tantangan utama dikembangkannya versi Web 3.0 ini. Walaupun hanya bersifat virtual 3D, namun ternyata banyak yang mengharapkan perkembangan teknologi web ini dapat memenuhi kebutuhan setiap bidang informasi, bahkan setiap orang yang mengunjunginya. Aplikasi – aplikasi online dalam website dapat saling berinteraksi. Kemampuan interaksi ini dimulai dengan adanya web service. Web service adalah aplikasi yang dapat diakses oleh aplikasi yang lain. Menyimpan data dalam bentuk XML. Dapat diakses oleh multi platform. Pada aplikasi ini pengguna bisa membuka konten-konten yang dibutuhkan saja tanpa perlu membukan konten tersebut satu per satu.


Teknologi WEB 3.0, antara lain :

SOAP

Simple Object Access Protocol ) adalah standar untuk bertukar pesan-pesan berbasis XML melalui jaringan komputer atau sebuah jalan untuk program yang berjalan pada suatu sistem operasi (OS) untuk berkomunikasi dengan program pada OS yang sama maupun berbeda dengan menggunakan HTTP dan XML sebagai mekanisme untuk pertukaran data.

REST

representational state transfer atau transfer keadaan representasi , adalah suatu gaya arsitektur perangkat lunak untuk untuk pendistibusian sistem hipermedia seperti WWW.

WSDL

format XML yang diterbitkan untuk menerangkan webservice .

WSDL mendefinisikan:

pesan-pesan (baik yang abstrak dan kongkrit) yang dikirim ke dan menuju web service

koleksi-koleksi digital dari pesan-pesan (port type, antarmuka)

Bagaimana port type yang ditentukan dijadikan wire protokol di mana servis ditempatkan.

WDDX

Web Distributed Data eXchange.

Mekanisme pertukaran data dari lingkungan yang berbeda

Apakah saat ini sudah ada website sebagai pertanda bakal masuknya era web 3.0? Ya, model web 3.0 sudah bisa dirasakan salah satunya adalah pada situs secondlife.com . Dan yang juga cukup membanggakan kita adalah, Indonesia sudah mampu untuk masuk ke dunia Web 3.0 ini dengan hadirnya lilofriends.com . Situs yang sudah mendekati model Web 3.0 asli karya anak bangsa yang dikembangkan oleh dikembangkan oleh Li’L Online Games dengan engine dari Altermyth Studio. Saatnya anak Indonesia menunjukkan keunggulannya di bidang IT.

Jumat, 19 Desember 2008

Praktikum PTI


hihihi...

gag terasa praktikum PTI semester pertama udah selese...

dulu pertamanya tyap ada praktikum pasti aja ada keluhan... musti ngerjain TP n LP...

fiuuuwh...rasanya kpala pgen pecah kalo udah nyagkut2 ma TP n LP (hehehe)

tapi setelah smuanya terlewati baru kerasa kalo praktikum itu seru..!

palagi Shift 1 aspraknya selalu setia mendampingi... hahahaha ^o^

pkoknya seru deh...gak cuma praktikum doank..qt semua sempet buka bareng di Pwarung Pak Bas... nonton bareng di TP filmnya Kawin Kontrak! hihihhihi ^^

Praktikum PTI

open source?? ^^'

Open Source
Perintah-perintah program atau bahasa pemrograman yang tersedia secara gratis berikut dengan kode kode dari bahasa pemrograman yang digunakan dan untuk digunakan oleh kalangan luas. Boleh dimodifikasi dan digunakan oleh siapa saja.

open source adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu orang/lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak. Pengembangan Linux bersifat open source artinya source code dari aplikasi pembentuk sistem dan aplikasi lainnya diberikan secara terbuka sehingga setiap orang dapat melakukan modifikasi atau kustomisasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing

  Berikut adalah keuntungan software Open Source:

  Sisi pengguna:

  * Gratis
  * Pengguna dapat terlibat dalam pengembangan program karena memiliki
  * source code nya
  * Respon yang baik dari pemakai sehingga bug dapat ditemukan dan
  * diperbaiki dengan lebih cepat.

  Sisi developer:

  * Seluruh komunitas mau dan dapat membantu untuk membuat software anda
  * menjadi lebih baik
  * Tidak ada biaya iklan dan perawatan program
  * Sebagai sarana untuk memperkenalkan konsep anda

  Linux adalah sebuah contoh yang bagus. Banyak sistem operasi yang berusaha
  meniru kisah sukses Linux, tetapi Linux tetap yang paling sukses hingga
  saat ini. Aspek positif dari Open Source adalah penerimaan yang luas untuk
  software yang benar-benar bagus. Tetapi keuntungan tersebut tidak cukup,
  terutama untuk orang yang memang bekerja dengan membuat program 
  (programmer), mereka membutuhkan uang untuk melanjutkan pengembangan 
  software mereka (dan untuk makan tentunya).

Kamis, 18 Desember 2008

Jurusan Sistem informasi n jurusan komputer lain bedanya apa sich????

Hmmm...

sistem informasi n computer memang mirip sih...

tapi ya beda-beda dikit laah...

kalo di sistem informasi itu lebih menekankan pada analisa kebutuhan dan proses bisnis, dan juga sebagai desainer dari sebuah sistem sesuai dengan tujuan suatu perusahaan/organisasi. Mata kuliah mencakup sistem informasi dan isu organisasi, teknologi aplikasi, teknologi dan metode software, serta infrastruktur sistem.

sedangkan jurusan komputer lainnya seperti Teknik Informatika mempelajari penggunaan/pemanfaatan dari komputer baik dari segi hardware maupun software. Penggunaan komputer ini hanya sebatas teknik saja. 

Dari yang saya tahu, Sistem Informasi memelajari bagaimana cara komputer (software, web, dsb) itu bekerja dan bagaimana menyusunnya, tapi juga memelajari bagaimana cara manusia bekerja dan bagaimana memimpinnya (manajemen, dsb).

Rasanya tidak menutup kemungkinan kalau jebolan SI bisa jadi programmer (dan sebaliknya teknik informatika jadi system analyst), hanya saja orang SI tidak difokuskan/dibentuk untuk jadi programmer (begitu juga teknik informatika tidak untuk jadi system analyst)